Bukan Senja, hanya saja..
"Maka siluetkan tubuhmu berlatar senja, karena tak sanggup kulihat airmatamu, Kekasih …" - Sudjiwo Tedjo - Begitulah penyair tersebut mendeskripsikan senja, dengan romantisme diksi yang tepat mampu menyihir pembaca. Dalam, begitulah maknanya. Senja kala itu, mungkin mentari berakhir menyinari bumi untuk kali ini, tetapi bukan untuk esok yang penuh harapan kembali. Senja itu tandaku untuk kembali pulang ke tempat istirahatku. Senja kala itu, telah memberi makna betapa banyak waktu kita sita untuk hari ini. Bekerja, sekolah/kuliah atau sekedar jalan-jalan. Setidaknya setiap hal yang kita lakukan hari ini adalah hal yang mengandung nilai-nilai spirit kehidupan. Mengapa? Agar hidup ini tak sia-sia. Cobalah tatap sejenak senja itu dengan maknamu. Apakah hanya sekedar awan merah kekuningan dengan langit yang mulai gelap? Bagiku itu bukan senja, hanya perpindahan dimensi waktu saja. Dari terang penuh cahaya dengan gelap yang sedikit cahaya. Tak ada yang membedakan lebih, ji...

