Pagi itu Bernama...



Pagi itu, setiap kemungkinan itu pasti ada. Setiap inspirasi terlahir kembali, setiap harapan pun akan terlahir. Pagi yang cerah dengan harapan baru akan menjadi hal yang patut kita syukuri dalam hidup kita. Pagi itu, aku melihat mentari hangat merasuk tubuhku bersama kopi hitam yang inspiratif ini. Aku menyeruput kopi itu sebelum aku beranjak mencari fadilahNya. Sekedar berjalan kaki membuatku tetap bersyukur karena kakiku masih sehat untuk melangkah.

Dalam hidup, ada 3 hal, yang pasti yang tidak pasti dan yang bisa pasti dan bisa tidak pasti. Dua hal pertama kebanyakan kita mengetahuinya sedangkan yang ketiga adalah hal yang tidak kita ketahui, kita berada di zona itu sekarang. Saat pembaca membaca tulisan ini ada kemungkinan terinspirasi ada kemungkinan anda tidak mendapat apa-apa. Karena disitulah letak ketidakpastian hidup.

 Saat ini kita bisa saja memiliki uang yang cukup untuk hidup hingga satu bulan perhitungan. Tapi, siapa yang menjamin besok kita masih memiliki uang tersebut? Maka dari dua premis tadi menekankan yang pasti dan tidak pasti. Banyak hal di pagi hari memiliki harapan dari setiap yang dilakukan. Seorang pedagang ingin jualannya laku, petani ingin tanamannya subur, karyawan ingin naik karir, pelajar/mahasiswa ingin prestasinya baik, blogger ingin tulisannya dibaca. Tetapi, tak banyak yang setiap pagi justru menjadikan paginya untuk selalu menjadi hal yang baru.

Maksudnya, dia telah melakukan seseuatu yang keluar dari pengharapan yang tidak berguna. Dia memberi nilai lebih dari setiap spiritiual lifenya. Itulah pagi, waktu yang tepat memperbarui spiritual lifenya. Pagi itu akan menjadi indah, dengan secangkir kopi dan do'a yang baik untuk kedua orang tua kita, teman/saudara kita, semoga menjadi lebih baik.

Pagi itu bernama spirit, setiap hal yang kita mulai dari dalam bukan dari luar. Jiwa yang sehat, tentram dan tenang dalam kondisi apapun.

Komentar

Postingan Populer